Pembersih Muka Membuat Kulit Kering Dan Berjerawat, Fakta atau Mitos?

Pembersih Muka Membuat Kulit Kering Dan Berjerawat, Fakta Atau Mitos? 

Kamu mungkin pernah mendengar kalau pembersih muka bisa menyebabkan jerawat dan membuat kulit jadi kering.

Kamu mungkin juga pernah mengalami sendiri kulit yang terasa seperti ketarik setelah cuci muka dan tidak lama setelah menggunakan produk pembersih muka tersebut muncul jerawat di wajahmu.

Kamu jadi merasa dilema dalam merawat kulit, pasalnya untuk bebas dari jerawat semua menyarankan agar kamu rajin mencuci muka dengan menggunakan pembersih. Benarkah pembersih muka bisa membuat kulit kering dan berjerawat?

Salah memilih pembersih muka

Faktanya adalah jerawat tidak disebabkan oleh pembersih muka. Jerawat bisa disebabkan karena bakteri yang menempel pada wajah, bisa juga disebabkan karena perubahan hormon pada tubuh misalnya ketika menstruasi, ketika memasuki usia akil baligh, ketika hamil, ketika stress, dan sebagainya.

Jerawat juga bisa timbul akibat proses purging atau keluarnya racun-racun dari dalam lapisan kulit setelah menggunakan produk perawatan yang punya bahan aktif, atau karena memang tidak cocok dengan produk yang digunakan.

Jika pembersih muka yang kamu pakai menyebabkan jerawat dan kering, berarti kamu menggunakan pembersih yang salah. Kulit wajah memproduksi minyak alami yang fungsinya untuk menjaga kulit tetap lembab, banyak yang mengira kalau memiliki kulit yang berminyak maka memilih pembersih yang bisa menghilangkan minyak di wajah.

Yang benar adalah pilih pembersih muka yang bisa mengontrol minyak, bukan menghilangkan.

Muka yang kehilangan minyak dan terkeringkan oleh pembersih justru akan memproduksi minyak lebih banyak yang menjadi tempat subur bagi bakteri untuk tumbuh dan menyebabkan jerawat.

Memilih pembersih muka yang tepat

Muka harus tetap dibersihkan dengan menggunakan pembersih untuk menghilangkan bakteri, mengontrol minyak, dan membuat produk perawatan kulit yang kamu gunakan selanjutnya bisa bekerja secara maksimal. Pilih pembersih yang gentle, yang tidak membuat wajah terasa seperti ditarik setelah dikeringkan.

Biasanya makin banyak busa yang dihasilkan makin kering pula wajah kamu nantinya. Hal ini disebabkan karena pembersih muka yang mengandung sulfate sebagai bahan detergennya bisa masuk ke lapisan dalam kulit dan menyebabkan iritasi.

Jika kulitmu jerawatan di tempat yang jarang muncul jerawat setelah menggunakan produk pembersih muka, mungkin ada bahan yang tidak cocok dengan kulitmu yang ada pada pembersih tersebut. Biasanya bahan pada produk pembersih yang bisa menyebabkan kulit jadi jerawatan atau iritasi adalah alkohol dan fragrance atau parfum.

Ketika mengenakan make up, pastikan kamu membersihkan make up sampai tuntas dengan menggunakan pembersih yang berbahan dasar minyak (oil cleanser, balm cleanser, milk cleanser) sebelum cuci muka dengan menggunakan face wash. Cuci muka dengan menggunakan air hangat juga bisa membuat kulitmu lebih kering lho.

Jadi sebelum termakan mitos mengenai kecantikan kulit, banyak-banyak melakukan riset untuk menemukan perawatan kulit seperti apa yang cocok dengan jenis kulitmu.

Skin Tips : Cara Rutin Membersihkan Wajah Setiap Hari Secara Sehat Alami

Skin Tips : Cara Rutin Membersihkan Wajah Setiap Hari Secara Sehat Alami

Membersihkan wajah adalah langkah pertama dalam perawatan kulit yang gunanya adalah menyingkirkan minyak dan kotoran dari wajah, serta mempersiapkan kulit untuk menggunakan produk perawatan kulit berikutnya.

Karena itu membersihkan wajah adalah hal yang tidak boleh dilewatkan sesibuk apapun Anda dalam beraktivitas.

Meski terdengar sederhana dan mudah, ternyata banyak yang masih salah paham dengan cara membersihkan wajah yang baik dan benar.

Karena memang ada banyak mitos yang berputar mengenai cara membersihkan wajah yang efektif.

Untuk meluruskan cara perawatan kulit yang efektif, berikut adalah beberapa hal mengenai cara membersihkan wajah untuk mendapatkan kulit yang cantik, sehat alami.

  • Cuci muka dua kali sehari pagi dan malam

Membersihkan wajah dengan menggunakan pembersih tidak hanya dilakukan pada malam hari saja. Anda mungkin baru menggunakan pembersih wajah Anda setelah seharian mengenakan makeup karena itu baru dilakukan pada malam hari. Padahal, membersihkan wajah di pagi hari juga sama pentingnya khususnya untuk pemilik kulit yang berminyak.

Kulit yang ditinggal semalaman akan memproduksi minyak yang membuat wajah jadi terlihat mengkilap. Karena itu bersihkanlah dengan menggunakan pembersih wajah yang tidak mengandung bahan kimia yang kasar untuk mengontrol kadar minyak di wajah.

Membersihkan wajah di pagi hari juga bisa membuat krim Anda lebih menyerap, dan membuat makeup jadi lebih menempel di wajah.

  • Bersihkan makeup sebelum cuci muka

Setelah beraktivitas seharian, bersihkan dulu wajah Anda dari makeup menggunakan pembersih yang berbahan dasar minyak. Langsung mencuci wajah sebelum membersihkan makeup tidak bisa membersihkan dengan tuntas.

Sebaliknya, hanya mengandalkan micellar water atau makeup wipes saja untuk membersihkan wajah tanpa dibilas dengan menggunakan sabun juga masih meninggalkan sisa makeup dan juga minyak yang ada pada wajah Anda.

Area yang biasanya butuh perhatian khusus adalah area mata dan juga hidung.

  • Menggunakan air yang biasa

Salah satu mitos terbesar cuci muka adalah menggunakan air hangat untuk membuka pori-pori kemudian dibilas dengan menggunakan air dingin untuk menutupnya kembali.

Pori-pori pada kulit wajah tidak bisa membuka dan menutup seperti pintu. Bahkan mencuci wajah dengan menggunakan air yang bersuhu kontradiktif bisa meningkatkan resiko kulit jadi kemerahan dan iritasi. Meski begitu, air hangat memang bisa membuat kulit jadi lebih lembut sehingga minyak yang tersembunyi di pori-pori bisa dibersihkan.

  • Bahan-bahan pada pembersih yang sebaiknya dihindari

Pembersih wajah ada banyak macamnya, ada yang namanya facial wash, foaming wash, gel cleanser, cleansing oil, dan sebagainya. Apapun bentuk pembersih yang Anda pilih pastikan tidak mengandung bahan sulfat yang bisa membuat kulit iritasi. Selain itu bahan lain yang sebaiknya dihindari adalah fragrance, dan juga alkohol.

Skin Tips : Pertolongan Pertama Jika Kaki Memiliki Luka Bakar Terkena Knalpot

Skin Tips : Pertolongan Pertama Jika Kaki Memiliki Luka Bakar Terkena Knalpot

Knalpot adalah bagian motor yang menjadi saluran pembuangan pembakaran dan dilapisi oleh bahan metal, oleh karena itu beberapa menit setelah motor dimatikan biasanya knalpot akan terasa panas apalagi kalau kena di kulit. Terkadang bagian kaki dapat bersentuhan dengan knalpot tanpa sengaja dan bisa menyebabkan luka bakar derajat satu hingga derajat dua.

Sesaat kemudian beberapa efek yang dirasakan pada kulit akan langsung terasa panas dan lapisan kulit luar akan timbul warna merah, hingga melepuh. Apa yang bisa dilakukan untuk menangani luka bakar akibat kena knalpot?

Berikut adalah beberapa tips pertolongan pertama saat kaki terkena knalpot agar tidak salah penanganan dan justru membuat luka  bakar makin parah.

  • Bahan-bahan yang tidak boleh dioleskan pada luka bakar

Banyak orang yang mengoleskan bahan tertentu seperti odol misalnya untuk meredakan panas karena luka bakar, tidak hanya luka knalpot namun juga luka bakar lainnya seperti kena setrika panas, panci yang panas, dan sebagainya. Padahal secara medis hal tersebut tidak dianjurkan. Selain odol, yang tidak boleh dioleskan pada luka bakar adalah mentega dan juga salep.

  • Cara mendinginkan luka

Jika kaki terkena knalpot, maka segera singkirkan benda apapun yang melakukan kontak dengan luka seperti misalnya celana. Kemudian cara yang paling baik untuk mendinginkan luka adalah dengan meletakkan kaki di bawah air yang mengalir. Air dengan suhu ruangan pun sudah cukup, yang penting mengalir sehingga kotoran yang menempel pada luka pun bisa terbilas. Jangan sentuh luka apalagi digosok karena aliran air sudah cukup untuk membersihkan dan mendinginkan luka.

  • Menutup luka

Luka bakar memang harus dilindungi dari udara luar agar tidak terjadi infeksi atau resiko menempel pada sesuatu karena luka bakar yang masih basah. Namun jangan gunakan penutup yang bisa memblokir aliran udara sama sekali sehingga memutus jalan bagi udara panas pada luka untuk keluar. Gunakan kain perban atau kain tipis yang steril dan tidak lengket untuk menutup luka bakar, tidak perlu diolesi dengan salep apapun.

Segera bawa ke dokter/rumah sakit apabila hal ini terjadi

Setelah melakukan pertolongan pertama saat kaki terkena knalpot, jika penderita merasa kesakitan bisa diberikan obat pereda rasa sakit seperti ibuprofen yang biasanya dijual bebas di apotek tanpa resep dokter.

Namun segera bawa ke fasilitas medis apabila luka bakar yang dialami mengalami hal berikut:

  1. Ada tanda-tanda infeksi seperti rasa sakit yang makin jadi, kemerahan, pembengkakan, demam, dan mengeluarkan cairan.

  2. Luka bakarnya memiliki lebar lebih dari 3 cm

  3. Kulit yang kemerahan dan rasa sakit pada luka berlangsung lebih dari beberapa jam

  4. Penderita luka bakar membutuhkan booster untuk vaksin tetanus (yang biasanya dilakukan setiap 10 tahun sekali)

Jika luka bakar kamu sudah kering biasanya akan meninggalkan bekas kehitaman pada kulit kamu. Nah, supaya kamu tetap PD menggunakan rok pendek/hotpants kamu bisa memudarkan bekas luka kamu dengan produk kami Centella Cream. Detail produk dan cara penggunaannya bisa disimak di link berikut ini : http://bit.ly/CentellaCream